Sabtu, 28 Januari 2012

ISN'T SHE A BIG GIRL OF MINE?

My baby girl... I think she's getting bigger more than I realized. 





 Look at her serious face, with her own handphone, ckckck.... The tech and a baby???!!! What a world.......


 She pick her own phone

Even there's only the two of us in this big world, but we have each other.........


Rabu, 25 Januari 2012

T H E _ TREES

Hari ini, gue cuma ingin memaki !!!!!!!!!!!!!

But than, I decided to looking at my vacation pictures, my great weekend. That was a great moment. 
All I can share is these pictures, no more. 
The story behind, still secret of mine !

(the road that we've been through, hope always like this)

(how old they are?)


(for me, every tree, have their own beauty, have their own story)

(feels like at the Hogwart backyard at the time ...)



(my honey bee ...)










Selasa, 24 Januari 2012

L I F E ....



hhhhhhhhhhhhhh..........

kuhirup udara ini....

membiarkan partikelnya mengurai 

kekusutan neuron-neuron

rebah di atas hijau rumput

memandang luasnya langit

dengan gumpalan awan putih

begitu sederhana

sesederhana lukisan kanak

gemericik air pun terdengar merdu kini

oohhh...ternyata...

aku begitu mencintai hidup ini...

meskipun terkadang...

life is full of shit...

or should I said, 

shit happen all the time??!!!

(21 Pebruari 2011)

Minggu, 15 Januari 2012

1st STEP

 
Isn’t a long journey always started with a first step?
Without it, there won’t be any journey at all. 
Jadi ketika kita tak pernah membuka peluang untuk membiarkan kaki kita melangkah, kita hanya akan terjebak dalam satu dimensi ruang, entah sampai kapan. 
Perlu keberanian untuk melakukan itu, perlu hasrat yang kuat untuk melakukannya. 
Can we do that? Do we have that passion?

Sabtu, 14 Januari 2012

SIMPATI & EMPATI (THE OPPORTUNIST PART 2)


Ternyata ada hal yang gue lupakan, ketika menulis tentang ‘The Opportunist’. Sesuatu yang justru sangat penting, yaitu simpati dan empati.

Simpati adalah afinitas sosial di mana satu orang berdiri dengan orang lain, erat memahami  perasaannya. Juga dikenal sebagai keprihatinan empati, itu adalah perasaan kasih sayang atau perhatian yang lain, keinginan untuk melihat mereka lebih baik atau lebih bahagia.  Dalam simpati, seseorang mampu merasakan apa yang dialami, dilakukan dan diderita orang lain. Dalam simpati, perasaan memegang peranan penting. 

Empati mirip perasaan simpati, akan tetapi tidak semata-mata perasaan kejiwaan saja, melainkan diikuti perasaan organisme tubuh yang sangat dalam. Contoh bila sahabat kita orangtuanya meninggal, kita sama-sama merasakan kehilangan.
Empati adalah kemampuan untuk mengenali dan, sampai batas tertentu, berbagi perasaan (seperti kesedihan atau kebahagiaan) yang sedang dialami oleh orang lain. Seseorang mungkin perlu memiliki sejumlah empati sebelum mereka bisa merasakan kasih sayang.

Simpati dan empati ibarat angka yaitu angka 11 dan 12, kenapa begitu? karena hampir mirip. Simpati dan empati itu suatu gejala kepedulian yang pengertiannya hampir mirip. namun bedanya hanya pada taraf atau prosentase perasaan kita yg lebih mengalur pada  perasaan orang.

Kenapa simpati dan empati perlu? Karena ternyata ada sudut pandang lain yang baru gue sadar tentang "korban" para oportunis.  Tidak menjadi oprtunis ternyata tidaklah cukup!!! Silent is not gold!!! Dari sudut pandang "korban", bersikap diam, tanpa berusaha membela, apalagi ketika kita secara kasat mata ada dalam "gerombolan" para oportunis, maka secara otomatis kitapun termasuk dalam "gerombolan" itu. Jadi, hari ini gue mulai mengerahkan semua kemampuan neuron otak gue....apa yang mungkin terlewat, luput dari pemikiran. 
We, human being, were gifted with sense. Adalah tugas kita untuk bersimpati sekaligus berempati dengan mereka yang mengalami saat-saat sulit, dan bukannya tertawa bahkan ketika tau apa yang mereka alami. Meskipun kita tak pernah mengambil keuntungan secara sengaja dari penderitaan mereka, tapi amatlah tidak patut ketika kita tidak mencoba merasakan, memahami dan mencoba meringankan perasaan mereka.

Simpati, Empati, semua mengarah kepada perhatian kita untuk orang lain.“Aku mengerti perasaan kamu”, itu simpati dan ketika kita berkata “Aku merasakan apa yang kamu rasakan”, itu empati yang tentunya terwujud dengan sikap dan perilaku kita.
(Sasuke...makasih untuk pelajaran hidupnya...)


Minggu, 08 Januari 2012

THIS TIME

There’s always an ending for every vacation, mine too.
Kali ini gue punya kesempatan berlibur ke sebelah utara Bandung, Lembang. Salah satu tempat yang gue kunjungi Gunung Tangkuban Parahu (yah, itung-itung napak tilas wisata jaman SMA, dan sepertinya cuma gunung dengan ketinggian 2.084 mdpl ini yang mampu gue daki sekarang, itupun pake mobil, hehehe...). Perjalanan menuju gunung ini berkelok-kelok dengan rimbun pohon pinus dan hamparan kebun teh di sekitarnya. Daerah Gunung Tangkuban Perahu dikelola oleh Perum Perhutanani. Gunung Tangkuban Parahu ini termasuk gunung api aktif yang statusnya diawasi terus oleh Direktori Vulkanologi Indonesia. Beberapa kawahnya masih menunjukkan tanda tanda keaktifan gunung ini. Di antara tanda gunung berapi ini adalah munculnya gas belerang dan sumber-sumber air panas di kaki gunung nya di antaranya adalah di kawasan Ciater, Subang (ini juga tempat yang jadi tujuan gue selanjutnya).
Katanya sih, gunung ini punya 3 kawah, yaitu kawah Upas, Domas dan Ratu. Sayangnya cuma satu yang sempat gue datengi, yaitu kawah Ratu. Yang paling menarik buat gue adalah pohon yang banyak tumbuh di sekitar kawah, penduduk lokal menyebutnya pohon Manarasa. Daun tanaman ini akan berwarna kemerah-merahan jika daun sudah tua. Daun yang sudah berwarna merah dapat dimakan dengan rasa mirip seperti daun jambu dengan sedikit rasa asam (lagi-lagi katanya). Daun ini dapat mengobati diare dan dipercaya akan membuat awet muda. Mungkin daun ini dipercaya oleh masyarakat sekitar selalu dimakan oleh Dayang Sumbi yang awet muda dalam legenda terjadinya Gunung Tangkuban Perahu (nyesel juga ga nyobain tu daun, hiks). Bentuk mereka sangat eksotis (just my opinion, hehe), berwarna coklat, dengan anatomi yang, hmmmm...apa ya deskripsinya? Sumpah, gak nemu kata yang bisa menguraikan sudut pandang gue, jadi nih gue kasih fotonya aja yaa...


Entah kenapa, melihat jajaran pohon-pohon ini, gue jadi inget lokasi di Pulau Nami, Korea, sebagai salah satu daerah wisata ‘that must visit’. Lokasi ini dipakai sebagai syuting drama Korea, Winter Sonata yang sangat populer, view-nya mirip banget. Coba bandingin (at least, ini yang terlintas di pikiran gue ~_~)
(jajaran Pohon Manarasa)

 (yang ini, di Nami Island, Korea...mirip ngga?)

Sayangnya, waktu itu kabut lagi turun, jadi foto-foto kawah Ratu kurang terlalu bagus. Here they are ....


Next destination is Ciater, at Subang. Well, ga banyak yang bisa gue ceritain, selain, hmmmpphhhh....lebih banyak orang daripada tempat kosong buat berendem, hikss. Ciater tuh tempat pemandian air panas, ya yang gue sebut di awal, airnya mengandung belerang yang berasal dari kawah gunung Tangkuban Parahu. Tapi apa mau dikata, karena ini musim liburan, jadinya ga bisa dapet tempat yang nyaman buat berendem. Jadilah gue cuma sebentar ada di TKP, just for knowing it.

After all, this the best vacation I ever had. Semoga setelah liburan kali ini, semangat kerja gue bisa balik lagi. We never know what will happen tomorrow, or the day after, so I'll keep in my memories, the story behind. 

I dont want the whole world
The sun, the moon and all their light
I just want to be the only girl 
You love all your life, you love all you life
(from The Band Perry, All Your Life)



Rabu, 04 Januari 2012

TO DO LIST


What should I do today? From the short, middle until long list, include the important things that need immediately respons or just things that ‘nothing’! Need an extra capability to manage the time that running out (-_-“ ) .... 
Feel just like a thousand eyes that watching, waiting some mistake I'll do, haghaghag... 
No way, from now on, try to make zero mistake, even need some extra time.